TELUKKUANTAN (RIAUERABARU.COM) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kuansing, menyiapkan 201 personel dan tambahan armada pengangkutan sampah selama pacu jalur event nasional berlangsung, dari 19-23 Agustus 2026 di Tepian Narosa nanti.
Mereka akan dikerahkan hingga malam hari, untuk mengangkut sampah setiap hari di kawasan arena pacu jalur dan Kota Teluk Kuantan. Dimana, pada even pacu jalur, produksi sampah bertambah sekitar 15 ton per hari dari kondisi normal yang menghasilkan 30 ton per hari.

Ini diungkapkan Plt Kadis DLH Kuansing, Dodi Fitrawan, Senin (3/8/2026). "Untuk pacu jalur, kami menurunkan semua personel dan tambahan armada," kata Dodi. Dijelaskan Dodi, saat ini DLH hanya memiliki enam unit armada truk, satu L300 dan sekitar tujuh unit kaisar sebagai armada pengangkut sampah.
Jumlah itu masih kurang. Makanya, DLH juga meminta bantuan tambahan empat unit armada truk coldisel ke pihak ketiga. "Kami juga mengajukan bantuan tambahan armada ke beberapa perusahaan di Kuansing untuk selama pacu jalur," ujarnya.
Persoalan sampah, kata Dodi, sebetulnya harus di tangani secara bersama. Tidak hanya tugas DLH tetapi juga perlu kesadaran masyarakat tidak membuang sampah sembarangan. Apalagi selama pacu jalur, akan banyak tamu-tamu dari luar yang datang ke Kuansing.
namun katanya, Mengantisipasi naiknya volume sampah katanya, pihaknya sudah menyiapkan armada pengangkut sampah sebanyak 6 unit dump truck, satu unit mobil L300 dan satu unit Kaisar.
“Saat ini yang sudah standby 4 dump truck. Ditambah satu unit dari DLH dan satu unit dari Kecamatan Kuantan Mudik,” katanya.

Selain itu, katanya. mencegah terjadinya penumpukan sampah, pihaknya memberlakukan sistem lembur bagi tenaga kebersihan. Tenaga kebersihan yang lembur nantinya akan diberikan uang lembur.
“Sampah biasanya akan diangkut pada malam hari agar tidak mengganggu kenyamanan pengunjung,” katanya.
Masih kata Delis Martoni, pihaknya juga sudah mengajukan proposal bantuan kepada RAPP untuk pengadaan tong sampah, seperti drum warna biru dan satu unit WC portable.
“Kita sudah ajukan, namun sampai saat ini belum ada kabar dari RAPP. Kita berharap proposal yang diajukan bisa diakomodir,” harapnya.(adv/diskom)
